Sunday, December 16, 2012

My Hero Called PAPA

Entah bagaimana akhirnya aku berani untuk menulis post ini setelah 25 hari aku resmi kehilangan papa.

Hari-hariku di Aukland dihabiskan dengan mengkhawatirkan papa yang entah mengapa selalu menyelinap dalam mimpiku. Akhirnya malam itu saat mama menyuruhku pulang secepatnya aku hanya berbisik, "please jangan sekarang, pa. Tunggu aku sampai di Jakarta." Berulang kali ku kirimkan voice note untuk "menahan" papa untuk tetap tinggal paling tidak sampai aku sampai dan sempat memeluknya.

Malam itu entah apa yang aku lakukan untuk mencari tiket pulang. Air mata yang tidak sanggup kutahan pasti sampai menetes di tubuhmu. Aku sadar aku ketakutan dengan keikhlasanku.

Rabu subuh adalah tiket tercepat yang bisa aku dapatkan. 18 jam perjalananku tak putusnya kukirim sejuta doa untuk papa dan yang paling penting adalah aku tetap terjaga dan terus mendoakanmu.

Tulangku lemas, sendiku bergetar hebat ketika akhirnya aku berhasil sampai dan memeluk tubuh rapuhmu malam itu. Kubisikian seuntai doa yang entah mengapa melegakanku. Maaf 1 jam setelah itu aku meninggalkan papa karena tubuh ini sangat lelah.

1 jam setelah aku tidur, aku diwajibkan kembali ke rumah sakit karena kondisi papa menurun. Aku meraung dan berteriak di sampingmu saat aku melihat denyut nadimu yang hampir hilang. Bayangan pelukan papa dan kasih sayangmu yang luar biasa berlari dalam pikiranku dan membuatku tak berhenti bergetar hebat. Malam itu, kutangisi diriku sendiri yang tidak mendapatkan waktu untuk bercengkrama dengan papa untuk terakhir kalinya. Saat itu kutangisi kebodohanku yang sering kali meninggalkanmu.

Subuh itu selalu akan kuingat sampai aku mati dan bertemu dengan papa lagi.  Nafas terakhir papa terasa menusukku. Aku terisak di samping mama yang berusaha mengikhlaskan mu. Aku sadar, dalam keadaan koma papa masih berjuang untuk menungguku.

Akhirnya setelah 25 hari, aku sadar aku sepenuhnya ikhlas.





Monday, November 5, 2012

I'm ready.

Kehilangan adalah hal yang paling aku takutkan di hidup ini. Apapun bentuknya, kehilangan tidak pernah bisa kuterima, apalagi kehilangan seorang papa. Mungkin hidupku akan berhenti saat nafasnya berhenti dan aku akan pergi bersamanya. 

Aku sering kali berpikir, silahkan Tuhan mengambil apapun di dunia ini, kecuali keluargaku. 

Pagi tadi, aku harus mengakui kekalahan dan keras kepala-ku. 

Cukup. Cukup aku melihat papa menderita bertahun-tahun melawan penyakitnya. Aku sudah tidak sanggup menahan rasa perih melihatnya menderita. Sudah cukup waktu yang kuberikan untuk diriku sendiri yang egois menahannya untuk tetap tinggal.

Hari ini, aku meminta Tuhan untuk 'mengambil' papa secepat mungkin. Hari ini aku meminta-Nya untuk melepaskan semua bebannya. Papa adalah laki-laki terbaik di duniaku, dia tidak pantas tersiksa selama ini. 

Malam ini aku meminta Tuhan untuk bertemu dengan papa dan menyampaikan bahwa aku ikhlas. Aku mengalah untuk orang yang paling aku cintai di dunia ini. Orang yang rela mati kapan saja demi aku. 

Sangat sangat sangat jelas diingatanku apa yang sudah dia korbankan untukku, dia bahkan tidak pernah mengeluh dan marah saat aku berbuat kesalahan. Seluruh tenaga dan uang yang dihasilkan hanya untuk keluarga. Aku juga masih sangat jelas genggamannya yang kuat mencengkram tanganku saat kita jalan-jalan. Ingat ga, pa, dulu cuma aku yang selalu gandeng papa kemana aja kita jalan? Aku yang selalu minta dibelikan apapun dan papa selalu menuruti? Ingat ga, pa, waktu itu papa menahan aku sampai jam 12 malam hanya karena aku mengambil 500 perak dari celengan? Dan tentunya papa ingat kebersamaan kita setiap malam, aku cerita semua yang terjadi di sekolah. 

Mudah2an papa sudah lupa, beberapa bulan lalu saat papa masih bisa berjalan, aku sempat memarahi, papa karena susah diatur. Mudah2an ya. Kalaupun papa masih ingat, aku minta maaf ya, pa.

Aku juga minta maaf, aku belum bisa membalas apapun yang papa berikan untuk aku. Aku terlambat. Aku janji akan seperti papa yang jujur dan penuh tanggung jawab pada apapun. Aku akan jaga mama. Aku janji. Aku janji ga akan terlambat membahagiakan mama. 

Pergilah, pa. Aku rela. Aku ikhlas. Titip salamku untuk Tuhan, sampaikan sejuta rasa terima kasihku karena Dia telah memberi aku ayah yang luar biasa seperti papa. Sampaikan pula sejuta rasa ampunku, aku belum pernah membahagiakanmu seperi papa selalu membahagiakanku. Dan, sampaikan juga sejuta rasa banggaku mempunyai ayah seperti papa. 

Terima kasih atas 24 tahun yang indah yang papa sudah berikan. Keluarga cantik yang setiap hari selalu ada buatku. Terima kasih sudah menjadi pemimpin keluarga yang sangat aku cintai. 

Pa, pasti nanti ada yang kurang. Tapi itu lebih baik ketimbang aku melihat papa tersiksa. Percaya sama aku, ga pernah sedetikpun aku akan lupa sama papa. Setiap apa yang aku dapat, itu karena kerja keras papa. Dan ga ada yang akan pernah gantiin papa.

Hari ini, aku siap, pa. Pergilah dengan damai. Tuhan akan mengangkat sakitmu selama ini, pa. Jangan egois lagi ya. :) Surga lebih membutuhkan orang yang baik seperti papa.

Sejuta terima kasihku untuk papa, laki-laki yang paling kubanggakan di hidupku dan orang yang paling membanggakan aku di hidupnya. Pelukanku akan selalu menemanimu. 

Aku ikhlas. 

Sunday, March 18, 2012

#SemogaDiaMengerti



Make You Feel My Love 


When the rain is blowing in your face,
And the whole world is on your case,
I could offer you a warm embrace
To make you feel my love.

When the evening shadows and the stars appear,
And there is no one there to dry your tears,
I could hold you for a million years
To make you feel my love.

I know you haven't made your mind up yet,
But I would never do you wrong.
I've known it from the moment that we met,
No doubt in my mind where you belong.

I'd go hungry; I'd go black and blue,
I'd go crawling down the avenue.
No, there's nothing that I wouldn't do
To make you feel my love.

The storms are raging on the rolling sea
And on the highway of regret.
Though winds of change are blowing wild and free,
You ain't seen nothing like me yet.

I could make you happy, make your dreams come true.
Nothing that I wouldn't do.
Go to the ends of the Earth for you,
To make you feel my love
To make you feel my love

Thursday, February 9, 2012

Letting (you) go...

Katanya:
Sometimes, we just gotta let go. Of people, of feelings, of things.

Kataku:
For now, I just gotta let you go. Of feelings, of memories, of our things.

Berhenti berharap mungkin bisa jadi kata yang pas untuk aku saat ini. Aku cuma lelah untuk berasumsi, menganggap kamu akan melakukan hal yang sama dengan aku. 

I set you free. from now. 

Be good. I'll keep all memories.