Tuesday, September 29, 2009

Bahagia Versi Saya Sendiri :)

Well, postingan iseng-iseng nunggu ngantuk ini cuma mau menjawab pertanyaan seorang teman yang menyatakan saya selalu over dalam tertawa dan selalu konstan dalam kebahagian, I said no! Saya juga manusia, punya rasa punya hati, eh bablas nyanyi. Engga, saya ga selalu tertawa, dan memang saya jarang menangis, dan itupula yang mengakibatkan hampir setiap sore kedua mata saya perih dan terpaksa air mata keluar. That’s true!

Ketawa keras, kemudian saya marah: sering. Saya marah, kemudian saya bermanja-manja: bukan main seringnya. Saya berteriak, kemudian saya tersenyum: hampir setiap hari. Saya memaki, lalu kembali meluruskan muka: yes, itu-gw-banget! Keadaan hati bisa berubah cepat, sangat cepat dan kadang membuat orang-orang disekeliling saya terheran-heran. Maaf yah.

Anyway, disini saya cuma merefleksikan diri terhadap kejadian kecil, modal dari 1 kata; kebahagian. Ada beberapa hal kecil yang kadang menurut orang sepele, tetapi buat saya itu sebuah kejadian besar. Mari diuraikan satu-satu. Semoga bisa  menjadi inspirasi, cerita atau juga sebuah hal yang tidak penting.

Saya akan merasa bahagia dengan;

1. Bangun pagi dan melihat ibu saya memasak, mengucapkan selamat pagi dengan berdiri di belakangnya. Memandanginya memasak dan mengucapkan, “aku lapar.” Tau apa yang dia selalu ucapkan? “bangun tidur langsung makan, gimana ga gendut?” dan kata-kata ini setiaaaaaap hari dia ucapkan. :)

2. Melihat sang ayah tersenyum dan melambaikan tangannya ketika saya pergi. O yah, FYI, ayah saya terkena stroke selama beberapa tahun ini. Beliau tidak bisa bicara dengan jelas, tetapi masih dapat berjalan dan melakukan aktifitasnya. Kamu tau, saya tidak bisa meninggalkan rumah tanpa senyumannya ketika saya pamit pergi. :)

3. Berkutat dengan deadline ditemani orang-orang terbaik. Sepusing apapun saya, ketika saya menegok ke kiri saya mempunyai dua pilihan, lebih merasa pusing atau jauh lebih tenang. Bukan pusing atau tenang saya pasti akan tertawa dengan celetukan mereka. :)

4. Kebersamaan makan siang. Dengan siapapun kita tertawa saat makan siang akan membuat hari sibukmu jauh jauh jauh lebih baik ketimbang makan sambil menatap layar computer. :)

5. Percakapan kecil dengan siapa saja yang tertangkap lensa mata, yang saya kenal tentunya. Itu akan membuat saya merasa hidup lebih “rempong” dan jauh jauh jauh lebih bahagia melihat senyuman mereka. :)

6. Bercengkrama kecil dengan orang-orang masa lalu yang akan menjadi teman-teman masa depan. Ketika kita merasa ada yang berubah, bukan artinya mereka akan meninggalkan kita, tetapi mereka berkembang dan bertumbuh dengan pemikiran yang lain. :)

7. Berkelana disuatu tempat perbelanjaan. Saya sering kali mamberikan suatu “reward” dengan membiarkan diri saya menikmati apa yang saya inginkan. Sering kali saya membeli suatu barang yang end up-nya akan saya simpan di lemari tanpa sempat membuka plastic dan label harga. Iya, saya tau ini perbuatan yang sama sekali tidak penting. :)

8. Memakan sesuatu yang dilarang. Semakin dilarang akan semakin saya lakukan. Percayalah bahwa setiap malam Ibu saya selalu mewanti-wanti agar saya menjauhi makanan berlemak dan menjaga tubuh saya agar semakin “ideal”. Tetapi dengan adanya larangan tersebut, pasta dan de-dagingan lainnya malah menjadi menu favorit saya. Setiap kali saya makan makanan terlarang itu saya akan teringat kata-katanya dan akan tersenyum puas. :)

9. Mendengarkan keluh kesah orang. Bukan bergosip, tetapi keluh kesah. Saya tau saya tidak akan bisa memberi solusi tepat dan lugas untuk memberhentikan keluh kesahnya. Tetapi yang saya membiarkan sedikit rongga hatinya bisa bernafas dengan membaginya kepada saya. :)

10. SEPATU. Ya, sepatu. Saya baru saja menghitung jumlahnya dan saya tidak terkejut. Beberapa teman selalu menghujat model sepatu saya yang yah-koq-gitu-lagi-sih dan setiap kali mereka menghujat saya akan muncul jawaban, “yea, that’s me.” :)

11. Terlibat dalam sebuah conference call yang sering kali kami lakukan. Tabrakan suara dan egoisme beberapa orang untuk mengeluarkan pendapat itu yang saya suka. :)

12. Diluar Facebook dan Twitter saya sangat menikmati hidup di sekeliling kelompok maupun individu yang saya kenal. Berhubungan dengan mereka melalui cara yang lain merupakan acara terseru di hari-hari saya. :)

13. Mengerjakan proposal. YA! Entah mengapa walau saya yakin saya tidak bisa mengerjakan dengan sempurna, tetapi proposal adalah alat saya untuk menulis dan mengatur kata-kata yang berantakan di otak saya. :)

14. Membeli barang aneh yang orang normal tidak akan membelinya. Saya super bahagia apabila ibu saya atau siapapun yang bersama saya menentang keras untuk membeli barang tersebut karena dianggap aneh (misalnya: baju dari kain perca asimetris dengan potongan karet besar dengan pola berantakan dan beberapa koleksi sepatu beda sebelah). Semakin mereka mengatakan anehnya, akan semakin besar kemungkinan saya membelinya dengan tersenyum gembira. :)

15. Jatuh cinta dengan beberapa pria yang akan menimbulkan opini; ya ampun, koq bisa, kan gini, kan gitu, mending jangan, entar gini, entar gitu, hahahaha. Intinya saya senang menyukai sesuatu yang di luar perkiraan. :)

16. Mendengarkan 1 lagu diulang selama beberapa hari, minggu, bulan. Percaya atau tidak, ketika saya bekerja, saya hanya mendengarkan 1 lagu yang saja ulang beribu-ribu kali sampai saya muak sendiri. :)

17. Menjadi pengasuh dari beberapa manusia-manusia kecil. It feeellll so so so great. Melihat segala tingkah dan perilaku yang naif, polos dan mudah sekali dipengaruhi. :)

18. Cukup ya? Cukup ya? Kalau saya lanjutkan saya tidak akan tidur sampai pagi dan membiarkan proposal saya terlantar. Eh, 1 lagi, saya suka tidur malam atau subuh atau pagi dengan melakukan suatu hal yang tidak begitu penting. Contohnya dalam membuat postingan ini. :) :)

Saya yakin, orang lain punya banyak hal yang sempurna yang saya tidak miliki, tubuh yang lebih ideal, wajah yang lebih cantik, otak yang lebih pintar, uang yang berlimpah dan segudang kesempurnaan lain yang mungkin jauh dari hidup saya. Tetapi bahagia dengan cara saya sendiri merupakan cara yang paling mudah ketimbang menengok dan meratapi kekurangan diri sendiri. :)


Posting ini terinspirasi dari percakapan Y!M saya dengan seorang sahabat yang baru saja saya selesaikan dengan baik.

madness: punya waktu buat ngobrol? im so suntuk right now :(
Sayabiasa2saja: As always, walaupun ga ada waktu pasti gw bilang ada karna nanti ada yang ngamuk!
Sayabiasa2saja: :D
madness: :D As always elo ga pernah suntuk menghadapi orang suntuk.
Sayabiasa2saja: KATA SIAPA? 
madness: hehe… eh, na. gw lagi ngerasa suntuk stuck abis! Abis! Abis! Abis!
Sayabiasa2saja: Kenapa? Kenapa? Kenapa?
madness: gw serius. 
madness: bantuin cariin alesan gw musti seneng. susah banget.  
Sayabiasa2saja: Yeeeeeeeehh! Lu pikir gw cenayang nyariin alesan.
madness : Huhauhuaau… eh, gimana ya kalo lo ditanya hal apa aja yang bikin lo bahagia. Lo bakal jawab apa?
Sayabiasa2saja: BUANYAK BUANGET! :D
madness:gila ye, idup lo lempeng, neng! sedih keq, nangis keq, ngamuk keq!
Sayabiasa2saja: Huahuhuhuahua... sering, elo aja yg ga tau dan ga nyadar
madness: lo sih sedeng, semuanyd di bawa santai, seru abis!
madness: gantian yu ah!
madness: cape gw 
Sayabiasa2saja: Brb 30 menit
madness: BUZZ
madness: BUZZ
Sayabiasa2saja: http://queenofthedrama.blogspot.com/2009/09/bahagia-versi-saya-sendiri.html
Sayabiasa2saja: Baca dan temukan kebahagianmu sendiri :)



  

Monday, September 28, 2009

LELAKI itu Ibarat Yogurt Tanpa 'Susu' (baca: BASI)

Iya, gw tau akan banyak kaum sebrang yang ngangkat alis. Relax, man. Ini hanya luapan kekesalan gw terhadap beberapa kamu yang terkadang (dan sering kali) membuat otak gw bertanya-tanya; Apakah Tuhan menciptakan mahluk-mahluk itu hanya untuk membuat perempuan mengerutkan dahi?

Dan Tuhan menjawab: Jika dia membuatmu mengerutkan dahi, tandanya hatimu yang kurang lapang untuk menerima perbedaan yang ada.

Oke. Oke. Perbedaan yang gw temukan adalah gw yang terlalu mati rasa dan sebaliknya mereka yang terlalu sensitif.

Mari saya analisis!

Suatu malam yang agak aneh. – Based on the true conversation
Dia: Abis ini mau kemana?
Gw: Terserah sih, udah malem.
Dia: Lo gimana sih? Terserah tapi pernyataannya kaya udah mau pulang gitu!
Gw: *berkerut* Ya terserah, mau nonton?
Dia: Tunggu gw “naik” dulu baru bisa ambil keputusan.



Malam yang lain dengan yang lain. (Teman yang lain. Teman –bold, underline, italic)-edited
Gw: Eh, lo tau temen gw yang namanya R**** ga? Kakaknya nikah sama orang Jepang, anaknya lucu banget loh! Barusan ga sengaja ketemu di WC.
Dia: Mantan?
Gw: Iyah, mantan. Mantan kan sama kaya temen.
Dia: Nah, itu, Rhea. Yang gw kesel sama lo gitu, lo masih inget masa lalu. Ga pernah berusaha liat kedepan.
Gw: Loh, kan gw cerita. Helooow, kenapa lo marah coba?
Dia: Terserah lo deh. Ganti topic.
Gw: *Berkerutrutrutrut*


Sebuah Pembicaran telepon.
Blah blah blah blah blah.
Gw: Oke, Ya udah ya, gw mau tidur. Ngantuk.
Dia: Gw pasti ganggu lo banget ya, Rhe. Oke. Besok gw ga akan telp lagi.
Gw: Hah? *berkerutlahgw*


Sebuah percakapan Yahoo! Messenger. – Copied from my BB chat history folder
Dia: Hahaha.. Semua orang gendut kan mempunyai problem masing-masing.
Gw: Lho, gw ga bilang orang gendut ga punya masalah loh! Hahahhahha…. Cuma kalo orang gendut tuh.. Ehm ga jadi deh. Ga jadi :D
Dia: Eh? Kenapa?
Gw: Ga jadi, ga jadi :D
Dia: Apa, Rhe? Ngomong aja.
Gw: Engggaaa, ga jadi.. Hehe.. Lo udah mandi?
Dia: Kenapa sih? Sorry ya, gw rada sensi masalah kaya gini.
Gw: Masalah? Masalah ga jadi ngomong?
Dia: Ya Iya!
Gw: (HAH?) Oke, Jadi gini, tadi gw mau ngomong kalo orang gendut blah blah blah.. jiss! lo sensi banget sih KAYA PEMBANTU BARU!

Dan masih banyak lagi stock ke-sensian mereka yang buat gw berpikir semuanya sama alias BASI! Eh, emosi. Basi itu kata yang paling tepat karena buat gw semuanya bisa ketebak, semua ter-peta. Mudah marah, tersinggung dan yang paling penting adalah mengganggap kaum kami ga pernah ngerti apa maunya mereka. HELL BOY!

Sampe gw cape dan gw bertanya kembali: Tuhan, selapang apa hati yang harus disiapkan supaya bukan dahiku yang berkerut, melainkan bibirku yang tersenyum?

Dengan sedikit tersenyum Dia menjelaskan: Oke Rhe, Sebenarnya Aku menciptakan kaum sebelahmu untuk membuat raut muka-mu berubah-ubah, kadang berkerut, kadang tersenyum, kadang mengembang, kadang menangis, kadang gembira. Itulah hidup. Aku tidak akan membiarkan air mukamu konstan dan akhirnya menjadi solid. Aku membiarkan dahimu berkerut supaya kamu bisa bersyukur pada saat kamu tersenyum.

Ya ya ya! SIAP, Tuhan! :D Cukup bisa dimengerti walau real case-nya kadang ga bisa pake teori toleransi. Terima kasih. :)

Tapi Sebasi-basinya mereka, mereka akan tetap basi. Hehe.


(SOON! next related post: “Ternyata ini toh, bedanya LELAKI sama PRIA!”)

Saturday, September 12, 2009

A True Friendship Like an Ocean

Pernah ga lo punya suatu tempat untuk marah, untuk ketawa, untuk nangis, untuk menggila, untuk bercerita, untuk teriak, untuk nyampah dan selalu ada setiap saat? Lo tau, saat lo udah punya suatu tempat itu, lo ga harus ngerasa sendiri. Lo ga harus ngerasa kesepian.

Ya, gw punya.

Malam ini, dihiasi 4 manusia
terbaik dalam sejarah hidup gw dan terima-kasih-Tuhan mereka masih sama, sama seperti 7 tahun yang lalu saat kita mengikrarkan janji se-iya se-ancur. Ya, kita ancur-ancuran bareng. Semasa itu kita yang paling sering dipanggil ke ruang guru, mempertanggungjawabkan luapan kenakalan masa muda kita, dan dengan tampang nabi kita selalu bilang kita insaf. Sounds very very funny. :)

Ada banyak hal yang terlewatkan dengan indah, dan kita masih tetep 1. Kita pernah marah, pernah pisah, pernah memaki satu sama lain, berantem perkara lelaki, pernah juga masalah sepatu, dan gw ga akan pernah ngelupain gimana mereka meng”wake up”kan gw saat gw putus. Berdosanya gw saat sebelumnya menomerduakan mereka dengan masalah percintaan yang akhirnya cuma bisa bikin gw sadar, Cuma mereka yang ga akan ninggalin gw.

Hari ini ada yang menarik, ternyata kita udah bertumbuh kita punya dunia sendiri yang kita ga bisa gabungin dengan gampang. Gw selalu “menyibukan” dengan perkerjaan dan pertemanan lainnya, yang satu selalu sibuk dengan dunia entertainment, si tomboy selalu ga punya waktu karena latihan basketnya, yang galak sibuk sama skripsi dan yang terakhir perempuan tertutup yang selalu memberikan tanda tanya di otak gw.

Dulu yang kita omongin cuma sebatas PR, guru, jalan-jalan, cowo, lagu cengeng, puisi cinta-cintaan, ulangan, sekolahan, dan segala macam drama di dalamnya. Sekarang beda, semua tentang pekerjaan, masalah hidup, PRIA, pernikahan, keuangan dan bagaimana kita melihat segala sesuatu dari sudut yang berbeda. Pendewasaan ini yang menjadikan gw bersyukur, gw dikelilingi orang-orang yang tepat, yang tau hidup ini bukan jalan di tempat. Semua berjalan seiring kemampuan dan usaha kita.

Post ini gw dedikasikan kepada mereka yang membuat gw terhentak, ternyata kita bukan anak kecil lagi yang biasa mengenakan rok kotak-kotak, bukan segerombolan cewe yang suka ngelabrak ade kelas, yang suka cabut dan satu lagi, mereka yang punya misi ke depan dan ga kenal yang namanya berhenti.

Terima kasih karena kalian selalu memberikan energy negatif yang selalu di-positifkan dengan ulah-ulah kita. Terima kasih karena membuat masa “kecil” gw selalu berwarna dengan cercaan dan cemooh kalian. Terima kasih karena kalian yang memperkenalkan gw artinya sama-sama. Terima kasih karena kalian ga hanya menyiapkan sebuah bahu, tetapi sebuah pelukan. Terima kasih, karena kenakalan ini akan jadi suatu cerita yang akan gw simpen sampai kapanpun. Terima kasih karena gw ga pernah punya alesan untuk berhenti bilang terima kasih untuk kalian.

Untuk semua kesalahan dan kemarahan yang pernah gw keluarkan, I feel so sorry. Gw tau, akan selalu ada kalian yang mengenggam jari-jari gw. Kapanpun… gw jatuh dan terbang.

And why Ocean? Yes, because I have OCEAN 5 :)


To: Cynthia Saumi Prasetya, Kezia Winny Setiawarman, Isabella Adiputri, Angelique Ismaworo. U know who you are and surely must know how important yourself. Never-enough Thanks.

Wednesday, September 9, 2009

Perkara Jarum Jam dan Due Date Hidup

Sebuah percakapan pendek dan spontan dengan seorang temannya pacar, eh salah, pacarnya teman di telepon sore ini. (FYI, cewenya di sebelah gw lg ribet ngejar deadline, makanya gw yg angkat telepon)


Rhea (R): Rhea's speaking, cewe lo sibuk.
Pacarnya Temen (PT): Hey, apa kabar, Rhe. Sibuk yah? Bla bla blah blah.
R: Engga, gw gaji buta koq, ga ngapa2in. Bla blah blah. Lo lg dmn?
PT: Hehehe. Lg di rumah temen.
R: "Temen"? Tenang aja, cewe lo jg suka selingkuh koq.
PT: Haha.. Gitu yah? Biarin aja deh, biar sama2. Eh, btw Rhe, gimana "progress"nya?
R: Apa?
PT: Ya kisah lo!
R: Eh? Ga ada apa2 koq. Stuck at the moment. Over. Basi!
PT: Koq gitu sih? Rhe, inget lho, jarum jam di sana masih bergerak ke kanan kan?
R: *Winnie, kali ini tolong cabutin, dalem banget :D* jam gw digital sih. (netralisir hati)
PT: Hahaha.. Digital dan bergerak maju kan?
R: *Tunggu, gw cuma punya 2 pilihan, dibunuh atau bunuh diri -lebay-* Hahaha.. Tunggu yah, ini cewe lo udah selesai. Bye. *ah, selamat*

"Jarum Jam di sana masih bergerak ke kanan kan?"

FARK!
Knapa bisa dalem seada2nya sih. Beneran nancep dan terngiang sampe subuh ini.

Well, gw baru aja selesai baca 1 novel yg notabene udh gw baca 3 kali. Ritual gw setiap hari cuma bangun pagi, mandi (dengan air panas udh disiapin), makan (dengan menu yg ga pernah ga enak), ganti baju (semua udah ada dilemari, rapih dan bersih), berangkat ke kantor, ber-hahahihi dengan team terdasyat di Megindo *woho*, ngurus client, follow up, brainstorm, revisi, nunggu malem sambil keliling mall (okay, PI-eX-GI adalah my territory area), hedon dinner, pulang, family chit-chat, masuk kamar, chatting, twitting, browsing, blog-walking, telvon2, tidur dan mengulangi hal yg sama keesokan harinya.

Pernah ga sih mikir gimana monotonnya hidup ini? Stiap hari dengan ritual dan day-to-do-list yg sama. Masalah yg sama. Rute yg sama. Orang2 yg sama.

____


Sat, Sept 4th 2009. 08:56 am

(Ringtone Beyonce)-Pak Mansyur Megindo Calling-
R: Ya, Pak?
Pak Mansyur (PM): Rhea, hari ini ga jadi roadshow ya. Saya ga bisa nyupirin.
R: Lho, knapa, Pak?
PM: Iya, Maaf, Bapak saya meninggal.
R: HEH? Aduh, saya turut berduka cita ya. Gimana ceritanya, Pak?
PM: Saya jg ga tau, kemarin sehat, taunya tadi pagi udah ga bangun, langsung nafasnya ilang gitu aja.
R: Inailahi. (spelling, please?)

Hal yg paling gw takutin itu kematian. Takut setakut2nya. Ya, mungkin itu yg bikin gw takut, karna gw ngerasa gw belom ngapa2in, hey. Umur gw 21 tapi gw belom dapet apa yg gw mau. Impian gw. Then u know, gw bahkan ga tau impian gw apa, yg gw tau gw cuma harus ngejalanin hidup gw dengan benar, ya apa yg terjadi selanjutnya kan gimana hasil perbuatan gw sebelumnya. Salah ga? Yg gw ngerti, setiap hari gw happy dengan apa yg gw dapet, apa yg gw temui, dan apa yg masih gw punya. That's my i-think-perfect life. Sayangnya, gw bukan orang yang cukup ambisius menciptakan suatu target untuk hari esok. Buat gw, hari ini abisin dulu, besok, gimana plan besok pagi. Then I think I'm soooo stoooopid!

"Jarum jam di sana masih bergerak ke kanan kan?"

"Saya jg ga tau, kemarin sehat, taunya tadi pagi udah ga bangun, langsung nafasnya ilang gitu aja."


See? Gw terlalu dimanjakan dengan waktu, padahal si Bapak Besar itu udah ngasih due date yg udah Dia tulis pas gw baru "ngelamar" untuk hadir di dunia ini. Kuncinya, berjaga-jaga dengan melakukan yang terbaik, bukan melakukannya secara rutin. Yeas. I know it.
Kita ga pernah tau kapan Dia mecat kita ke alam baka, dan masa iya kita mau gini2 aja setiap hari? Membunuh waktu pake 1 kata 'kebiasaan'?

Subuh ini otak gw sibuk. Sibuk koreksi diri, sibuk nemuin passion, sibuk menggali kemampuan, sibuk merancang impian, dan sibuk mikir; kemaren2 lewat cepet banget dan begitu2 aja, gw udah dapet pelajaran apa aja ya? Gw udah sampe level kehidupan yg mana ya?

Sebelum ini gw merasa hidup gw teramat sangat stabil, baik, aman dan terkendali, gw mau apa gw bisa dengan fasilitas dan kemampuan yg ada. Ternyata gw salah, ada beberapa komponen yg bikin hidup gw berjalan amat sangat pelan, monoton dan terlalu flat. Ternyata gw berjalan di 1 area yang bernama 'comfort zone'.

Mudah2an belum terlambat. Gw masih mau bergerak searah dan beriingan dengan jarum jam. Dan beneran pengen banget meng-grafikan hidup gw terus ke atas seperti sudut tumpul, bukan sudut lancip. Mungkin gw harus 'merenggek' untuk sedikit tambahan waktu. :)



(Special Thank to Martin-Nya Winnie dan our lovely Megindo's driver; Pak Mansyur. I owe u both)

Monday, September 7, 2009

He is not worth it--even a cent

Oh, postingan ini tentang sang lelaki rupanya.

He is not worth it, lho.

Tapi cuma dia yg berhasil menambahkan teori baru drama percintaan gw; saat udah ga bisa mencintai, keputusan paling baik untuk menyelamatkan hati adalah dengan membenci. What is THAT supposed to mean? The only reason why I'm "mov-hate-ing" is because I can't tell u; "don't bugging me, just move away and lost!" I really can't tell that words..

Someone says, "Kalo lo kesel, tapi ga bisa marah, itu tandanya lo MUAK". VOILA! Itu yang terjadi saat ini. Ada 1 rasa yg ga bisa gw jelasin, ga ada alesannya, ga bisa dikeluarkan sebagai perkataan maupun perbuatan.

M.U.A.K

I'm behaving like I don't love him, but surely I don't know what I feel. I'm such an awful liar.

Gosh.
I.
Am.
So.
Pathetic.

Something's wrong here. Seriously, gw sampe ga ngerti software apa yg terinstall di otak gw saat ini. Think that I will build a bridge and get over it! Over it.

Pernah ga lo ngerasa otak sama hati lo ga berjalan beriringan? That's not funny. I love him, for heaven-heart's sake. I hate him, for hell-brain's sake. Not funny at all. Ya kan? Loving someone, a lil' bit sentimental for me, actually. Banyak bngt ketakutan tak beralasan sekaligus tak penting yg seharusnya udah gw prediksi dari awal. Dia seharusnya ga pernah bilang hal itu. Dia juga seharusnya ga pernah bertindak begitu. He shouldn't be. Because it's about, none other than: himself.

Tired. Period.

(Sumpah, semua paragraf ini gw tulis secara spontan dan tak terarah, I just can't write down my feeling into a good script, diary or something)

Done! Let's just skip this blahsh*t and go sleep! :)

*i know, the problem is me, I'm sorry*

September 2009. 00:56.