Setelah 10 jam percakapan telpon kita tadi subuh, aku (dan kamu-harusnya) sadar, udah saatnya untuk tidak membohongi logika masing-masing dan tidak meng-egois-kan di atas nama cinta. Ini bukan itu koq. Jauh. Teramat jauh sampai kita ga akan pernah berani menceburkan sebuah janji dalam bentuk komitmen. Kamu memaksanya, di sinipun begitu. Kamu menipunya dan aku tidak boleh merasa tertipu. Layaknya orang suci, kamu bilang itu wajar, kamu bilang itu bermoral, dan kupikir kau bukan manusia. Saat ini aku membencimu dengan otakku dan mencacimu dalam jantungku. Bukan, ini bukan tanda, ini kesalahan. Kesalahan besar yang sebenarnya aku dan kamu sadar bukan berpura-pura mati suri.
Deary Bear, let's forgetting each other.
No comments:
Post a Comment