Sunday, December 27, 2009

Cuma Aku yang Bertanya, dan Hanya Kamu yang Tak Menjawab


Di sini aku, di sana harusnya kamu

Eh, tapi di sudut itu mengapa dia?


Aku tersenyum, bibir itu harusnya untuk aku juga
Loh, mengapa kau mengarah kepadanya?


Aku meminta, ternyata kamu tidak melupakannya
Duh, bagaimana lagi kamu menyangkalnya?


Aku termenung, kamu bersungut bingung
Ah, apakah itu kepolosan pura-puramu?


Aku mematuhi, dan kamu tetap saja menyebrangi
Em, menurutmu berapa harga toleransi?


Aku menuntunmu, hey, kamu berputar tak berarah
Wow, kamu panik mencari celah?


Sejenak kita pun berdiam, 
Dalam keramaian yang berjalan, 
Dalam kekosongan yang bohong, 
Dalam kericauan yang memudar,

Dan buatku sudah kandas


Aku tak ingin banyak


Aku hanya ingin berhenti berpedar


Aku rindu kamu dalam harmonisasi bayangan


Aku ingin mengingatmu sebagai jejak waktu, yang melenceng bergegas pergi


Aku hanya minta, jangan tabrakan lagi dunia kita


Aku tak perlu walaupun hanya sederhana katamu


Aku tak ingin lihat gerakan fatamorganamu


Akupun tak ingin coba terjemahkan pernyataan ambigumu


Sudahlah, tinggalkan episode ini


Karena di dalam sini,
Cuma ada aku yang bertanya,
Dan kamu tetap tak berjawab.


No comments:

Post a Comment